KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan
kehadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah untuk memenuhi tugas
Masa Pengembangan KMD yang berjudul
“ PERAN SERTA IKATAN ALUMNI
PRAMUKA SMA YPM SUKODONO
( IKARASYS ) DALAM MENINGKATKAN
MOTIVASI SISWA TERHADAP
EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DI PANGKALAN
SMA YPM 2 SUKODONO GUGUS DEPAN
16045 – 16046 ” ini dengan baik.
Dalam menyelesaikan makalah ini, penulis tidak
melupakan jasa-jasa, motivasi bimbingan serta
bantuan dari semua pihak. Untuk itu penulis
mengucapkan terima kasih sebanyak-
banyaknya kepada:
Seluruh jajaran Korp. Pelatih KMD, selaku
pembimbing yang telah memberikan arahan dan
membimbing penulis dengan kesabaran dan
keikhlasan, sehingga penulis mampu
menyelesaikan penyusunan makalah ini sampai
selesai.
Sahabat-sahabatku dan semua pihak yang ikut
andil membantu penulis demi terselesaikannya
makalah ini.
Dan akhirnya dengan segala kerendahan hati,
penulis akan senantiasa menerima saran dan
kritik yang konstruktif demi kebaikan makalah
ini. Sebagai harapan, semoga makalah ini ada
guna dan manfaatnya bagi perkembangan ilmu
Pendidikan Kepramukaan serta mudah-
mudahan juga bermanfaat khususnya bagi
penulis serta pembaca pada umumnya.
Sukodono, 18 Oktober 2011
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
…………………………………….. i
KATA PENGANTA R ……………………………………..
ii
DAFTAR ISI ……………………………………...
iii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang …..………………….
1
Rumusan Masala ……………………...
4
Pembatasan Makala ……………………...
4
Tujuan Pembuatan ……………………...
5
BAB II PEMBAHASAN
Hakekat Peran …………..................
6
Ikaprasys …………………................... 6
Sejarah Ikaprasys ………………...... 6
Tujuan dibentuknya Ikaprasys ......... 7
Ruang lingkup Ikaprasys………........ 7
Peran, fungsi dan Wewenang Ikaprasys 8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
……………………………... 9
B. Konsep Pendidikan dan Pelatihan ………..
10
BAB I
LATAR BELAKANG
1.1 Latar Belakang Masalah
Pramuka, atau sering juga disebut pandu atau
kepanduan ( b. Inggris: Scouting) adalah
sebuah gerakan pemuda yang telah merambah
ke seluruh dunia. Gerakan kepanduan terdiri
dari berbagai organisasi kepemudaan, baik
untuk pria maupun wanita, yang bertujuan
untuk melatih fisik, mental dan spiritual para
pesertanya dan mendorong mereka untuk
melakukan kegiatan positif di masyarakat.
Tujuan ini dicapai melalui program latihan dan
pendidikan non-formal kepramukaan yang
mengutamakan aktivitas praktis di lapangan.
Saat ini, terdapat lebih dari 38 juta anggota
pramuka dari 217 negara dan teritori. Di
Indonesia, lahirnya Gerakan Pramuka ditandai
dengan serangkaian peristiwa yang saling
berkaitan yaitu :
1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS
dihadapan para tokoh dan pimpinan yang
mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di
Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana
Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai
HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
2. Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor
238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang
Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan
Pramuka sebagai satu - satunya organisasi
kepanduan yang ditugaskan menyeleng garakan
pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan
pemuda Indonesia, serta mengesahkan
Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang
dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi
para pengelola Gerakan Pramuka dalam
menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah;
Hari Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan
Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan
tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan
ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai
HARI PERMULAAN.
3. Pernyataan para wakil organisasi kepanduan
di Indonesia yang dengan ikhlas meleburkan diri
ke dalam organisasi Gerakan Pramuka,
dilakukan di Istana Olah raga Senayan pada
tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian
disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN
PRAMUKA.
4. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari
di Istana Negara, diikuti Defile Pramuka untuk
diperkenalkan kepada masyarakat yang
didahului dengan penganugerahan Panji-Panji
Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi
pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961.
Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI
PRAMUKA. Pidato Presiden pada tanggal 9
Maret 1961 juga menggariskan agar pada
peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan
Pramuka telah ada dan dikenal oleh
masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238
Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu
pengurus dan anggotanya. Gerakan Pramuka
secara resmi diperkenalkan kepada seluruh
rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961
bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di
tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta
sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka
mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan
pawai pembangunan dan defile di depan
Presiden dan berkeliling Jakarta. Sebelum
kegiatan pawai/defile, Presiden melantik
anggota Mabinas, Kwarnas dan Kwarnari, di
Istana negara, dan menyampaikan anugerah
tanda penghargaan dan kehormatan berupa
Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia
(Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan
kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan
Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/
defile dimulai. Peristiwa perkenalan tanggal 14
Agustus 1961 ini kemudian dijadikan sebagai
HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati
oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan
Pramuka. Menurut Anggaran Dasar Gerakan
Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang
oleh Majelis Pimpinan Nasional (MABINAS)
yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional
Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.
Dalam melaksanakan kegiatan dan pencapaian
tujuan Gerakan Pramuka maka dibentuklah :
1. Kwartir Nasional (Kwarnas) untuk tingkat
pusat.
2. Kwartir Daerah (Kwarda) untuk tingkat
Provinsi.
3. Kwartir Cabang (Kwarcab) untuk tingkat
Kecamatan
4. Gugus Depan (Gudep) untuk tingkat Satuan
Namun demikian, di masa sekarang banyak
kendala yang dihadapi oleh Gerakan Pramuka
dalam usaha pencapaian tujuan Gerakan
Pramuka, dimana salah satunya adalah
semakin menurunnya motivasi remaja ataupun
pemuda khususnya di tiap Gudep untuk terlibat
dalam Organisasi Gerakan Pramuka, dimana
dalam pandangan mereka Gerakan Pramuka
saat ini sudah tidak relevan dengan kemajuan
dan perkembangan zaman. Namun, disisi lain
ternyata masih ada insan-insan yang peduli
terhadap perkembangan Gerakan Pramuka
khususnya di Gudep 16045-16046 Pangkalan
SMA YPM 2 Panjunan. Berdasarkan uraian
diatas, maka penulis mencoba untuk meneliti
dan mengemukakan permasalahan tersebut
dalam Makalah ini yang berjudul “Peran Serta
Ikatan Alumni Pramuka SMA YPM 2 Sukodono
(IKAPRASYS ) Dalam Meningkatkan Motivasi
Siswa Terhadap Ekstrakurikuler Pramuka di
Pangkalan SMA YPM 2 Sukodono Gugus Depan
16045-16046.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka
yang menjadi topik permasalahan dapat
dirumuskan sebagai berikut :
1. Faktor apa saja yang mempengaruhi
menurunnya motivasi siswa terhadap
Ekstrakurikuler Gerakan Pramuka.
2. Bagaimana langkah yang diambil oleh
IKAPRASYS dalam meningkatkan motivasi
siswa terhadap ekstrakurikuler Gerakan
Pramuka.
1.3 Pembatasan Masalah
Agar penelitian ini lebih terarah, maka
bidang kajian yang diteliti dalam penelitian ini
dibatasi. Adapun batasan masalah dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut
1. Sekilas IKAPRASYS SMA YPM 2 Sukodono
2. Peran, Fungsi dan Kewenangan pelatihan
Pramuka dan pendidikan dalam Pangkalan SMA
YPM 2 Sukodono Gudep 16045 – 16046
3. Konsep Pelatihan dan Pendidikan Gerakan
Pramuka untuk meningkatkan motivasi siswa
terhadap ekstrakulikuler Ambalan Diponegoro
dan Srikandi SMA YPM 2 Panjunan
1.4 Tujuan Penyusunan makalah ini untuk :
1. Mengetahui Faktor apa saja yang
mempengaruhi menurunnya motivasi siswa
terhadap Ekstrakurikuler Gerakan Pramuka.
2. Mengetahui langkah yang diambil oleh Ikata
Alumni Pramuka SMA YPM Sukokono
( IKAPRASYS ) dalam meningkatkan motivasi
siswa terhadap ekstrakurikuler Gerakan
Pramuka.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Hakekat Peran
Makalah ini akan mengangkat sejauh mana
peran serta IKAPRASYS dalam penyelenggaraan
pendidikan dan pelatihan Gerakan Pramuka
khususnya di Ambalan Diponegoro dan Srikandi
SMA YPM 2 Sukodono, untuk itu kita perlu
mengetahui batasan yang jelas tentang makna
peran yang dimaksudkan. Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia peran memiliki arti
seperangkat tingkat yang diharapkan dimiliki
oleh orang yang berkedudukan di masyarakat
sedangkan peranan dapat diartikan sebagai
bagian dari tugas utama yang dilaksanakan.
2.2 IKAPRASYS
2.2.1 Sekilas tentang IKAPRASYS adalah suatu
organisasi yang mengkhususkan kegiatan
operasional pada pelaksanaan pendidikan dan
pelatihan Gerakan Pramuka. IKAPRASYS berdiri
pada tanggal 23 Maret 2000 dengan anggota
awal mencapai 12 orang yang terdiri dari
berbagai angkatan. Orgamisasi adalah sistem
sosial yang memiliki identitas kolektif yang
tegas, daftar anggota yang terperinci, program
kegiatan yang jelas, dan prosedur pergantian
anggota. sedangkan menurut W.J.S.
Poerwadarminta, (Kamus Umum Bahasa
Indonesia), Organisasi adalah susunan dan
aturan dari berbagai bagian (orang dsb)
sehingga merupakan kesatuan yang teratur.
Alumni adalah seluruh lulusan yang telah
menyelesaikan pendidikan dalam sebuah
lembaga pendidikan (wikipedia). Oleh karena
itu, IKAPRASYS dapat juga di katakan sebagai
suatu organisasi yang anggotanya terdiri dari
para alumni yang mengkhususkan kegiatan
pada penyelenggaraan dan pelatihan Gerakan
Pramuka.
2.2.2 Tujuan dibentuknya Ikaprasys adalah :
1. Untuk mengkoordinir para alumni yang masih
memiliki kepedulian dan memiliki kesamaan visi
untuk ikut melaksanakan Piendidikan
pepramukaan di kompleks YPM Sukodono
2. Menampung kreatifitas peserta didik dan
pelatihan Gerakan Pramuka. Menyalurkan
dalam penyelenggaraan pendidikan dan
pelatihan Gerakan Pramuka.
3. Memberikan nuansa baru dalam hal
kurikulum penyelenggaraan pelatihan dan
pendidikan gerakan pramuka sehingga lebih
terarah dan lebih terorganisir.
4. Berusaha meningkatkan motivasi siswa
terhadap kegiatan ekstarkurikuler Pramuka di
Ambalan Diponegoro - Srikandi Pangkalan SMA
YPM 2 Panjunan Gudep 16045 – 16046.
2.2.3 Ruang Lingkup Kegiatan Ikaprasys
Sebagai sebuah organisasi yang memfokuskan
diri pada penyelenggaraan pendidikan dan
pelatihan Gerakan Pramuka, Ruang lingkup
kegiatan IKAPRASYS tidak terbatasi. Namun
walau begitu IKAPRASYS memiliki prioritas
dalam penyelenggaraan pendidikan pelatihan
Gerakan Pramuka yaitu di Ambalan Diponegoro
- Srikandi Pangkalan SMA YPM 2 Sukodono
Gudep 16045-16046, yang juga di jadikan Pilot
Project dari rumusan kurikulum pelatihan yang
disusun oleh IKAPRASYS.
2.2.4 Peran, Fungsi dan Wewenang IKARASIS
Berdasarkan hasil pertemuan dalam
pembahasan kerjasama dengan Ambalan
Diponegoro –Srikandi Pangkalan SMA YPM 2
Sukodono Gudep 16045 – 16046 yang
diselenggarakan di Pangkalan setiap hari
Selasa, IKAPRASYS memiliki peran, fungsi dan
wewenang sebagi berikut :
1. Peran. IKAPRASYS berperan sebagai stake
holder dari Ambalan untuk ikut melaksanakan
pendidikan dan pelatihan.
2. Fungsi Fungsi IKAPRASYS adalah sebagai
Pembantu Pembina dalam penyelenggaraan
pendidikan dan pelatihan.
3. Wewenang IKAPRASYS berhak untuk
merumuskan dan melaksanakan kurikulum
pendidikan dan pelatihan yang akan dijadikan
acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan
pelatihan dengan persetujuan Pembina Gudep
BAB III
PENUTUP
KONSEP PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
3.1 DILEMATIKA PRAMUKA
Minat dan Motivasi siswa terhadap Pramuka
yang berusia setengah abad lebih, Pramuka
tampak begitu rentah. Jumlah anggotanya terus
berkurang dan tak lagi diminati kalangan muda.
Organisasi yang sebenarnya mengajarkan
survival itu ternyata kesulitan bertahan. Tahun
ini, Pramuka genap berusia 54 tahun menjelang
usia ke 55 tahun. Warga kota yang berusia
lebih dari 30 tahun mungkin masih ingat bahwa
14 Agustus adalah hari kebesaran Pramuka.
Maklum, mereka masih merasakan kejayaan
Pramuka yang ketika itu menjadi kegiatan
ekstrakurikuler wajib bagi pelajar. Sekarang,
kondisinya sangat jauh berbeda. Pramuka tak
lagi identik dengan pelajar, apalagi di perkotaan.
Bahkan, banyak sekolah yang terang terangan
menolak memasukkan Pramuka dalam kegiatan
ekstrakurikuler.
Alasannya, ajaran Pramuka terlalu menyita
waktu dan kurang bermanfaat bagi pelajar di
perkotaan. Seragam Pramuka pun tak lagi wajib
dikenakan seluruh pelajar pada Jumat dan
Sabtu. Hampir semua sekolah swasta
menggantinya dengan seragam yang menjadi
identitas masing-masing. Hanya beberapa
sekolah yang masih mau mempertahankan
tradisi tersebut. Itu pun sebatas menggunakan
seragam, bukan menjadikannya simbol kegiatan
ekstrakurikuler. Perbandingan Pramuka zaman
dulu dengan sekarang ibarat bumi dengan
langit. Dulu, pepatah mati satu tumbuh seribu
pasti berlaku bagi Pramuka. Kini, pepatah itu
sudah terbalik, mati seribu tumbuh satu.
Pramuka begitu sulit menambah jumlah
anggota, malah berkurang tiap tahun. Mengapa
bisa seperti itu ? Jawabannya ada tiga.
Pertama, Pramuka tak lagi diwajibkan. Kedua,
Ketiadaan pembina yang memiliki kemampuan
lebih untuk memodifikasi Pramuka menjadi
kegiatan yang lebih menyenangkan. Ketiga,
Pramuka kalah bersaing dari ekstrakurikuler
lain. Penurunan tersebut tidak hanya terjadi di
Kuningan. Di berbagai kota lain, tak banyak
pelajar yang berminat pada Pramuka. Apalagi
setelah gerakan kepanduan itu tidak menjadi
kegiatan yang diwajibkan. Itu diperparah oleh
ketiadaan pembina yang memiliki kemampuan
lebih untuk memodifikasi Pramuka menjadi
kegiatan yang lebih menyenangkan.Karena tidak
memahami tugasnya, yang diajarkan pun tidak
berkembang. Akibatnya, peserta didik menjadi
bosan, dan Pramuka mati suri. Bukan hanya itu,
statistik tersebut menunjukkan fakta yang tidak
berimbang antara pembina dengan peserta
didik. Idealnya, sepuluh peserta didik dibimbing
satu Pembina, meski tak lagi sebesar dulu,
bukan berarti Pramuka harus beralih jalur.
Bahkan yang lebih menyedihkan lagi, sampai
saat ini gaung revitalisasi Gerakan Pramuka
yang dicanangkan oleh Kamabinas Susilo
Bambang Yudhoyono yang juga Presiden
Republik Indonesia belum juga menunjukan
suatu hal berarti. Gerakan Pramuka hanya
terasa gaungnya apabila telah memasuki bulan
Agustus dimana pada tanggal 14 Agustus
dijadikan sebagai Hari Gerakan Pramuka.
Menyikapi dinamika tersebut penulis dapat
menyimpulkan bahwa tersurutnya atau semakin
sedikitnya remaja dan pemuda yang melibatkan
diri pada Gerakan Pramuka adalah karena
kurangnya motivasi mereka untuk terlibat
dalam Gerakan Pramuka.
3.2 KONSEP PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Sebagaimana diuraikan diatas, maka
IKAPRASYS Alumni SMA YPM 2 Panjuanan
dalam menyikapi menurunnya motivasi serta
minat siswa terhadap Gerakan Pramuka, telah
merumuskan dan menyusun konsep Pendidikan
dan Pelatihan atau lebih dikenal sebagai
kurikulum pelatihan Ambalan, sebagaimana
berikut :
1. Pelatihan Pendidikan lebih difokuskan pada
Syarat Kecakapan Umum (SKU) Sistem ini
dimaksudkan agar pelatihan dan pendidikan
gerakan pramuka bagi yang akan mengikuti
kenaikan tingkat lebih terarah dan tepat
sasaran. Konsep ini merupakan perpaduan dari
konsep Kegiatan Belajar Mengajar disekolah,
yakni ada pembatasan waktu dan pemberi
materi, misal : Pertemuan latihan pertama
pembahasan SKU point 1 sampai dengan point
7 dan diberikan atau dipandu oleh sangga
Perintis dengan durasi 2 kali 60 menit sisanya
adalah pendidikan untuk meningkatkan
keterampilan. Pertemuan kedua dengan point
14. begitu seterusnya.
2. Pelatihan Keterampilan yang bervariasi
Pelatihan untuk mengasah keterampilan Dewan
Ambalan diupayakan keterampilan yang menarik
minat peserta sebagaimana remaja pada
umumnya mereka sangat menyukai kegiatan
yang memiliki tantangan dalam upaya
pencarian jati diri diantaranya : Survival,
Haking, Refling, pembuatan kompor sederhana
dll. Kegiatan ini biasanya dilakukan di luar
ruangan atau alam bebas.
3. Lebih mengutamakan Kegiatan luar ruangan
Untuk menghindari kejenuhan peserta, maka
kegiatan diluar lapangan memiliki porsi terbesar
yakni 70 persen. Materi pelatihan yang
diberikan adalah seputar keterampilan mulai
yang sederhana hingga keterampilan untuk
bertahan hidup di alam bebas.
4. Penyaluran peserta Ambalan pada setiap
Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang untuk
membantu membina dan administrasi di
pangkalan SD / MI sebagai implementasi
pembentukan mental Anggota Ambalan yang
telah menyelesaikan Bantara. Untuk melihat
hasil dari pelatihan dan pendidikan selama
masa Bantara, maka Peserta diwajibkan untuk
melaksanakan bakti pangkalan disetiap Pasukan
Penggalang. Bakti pangkalan adalah sarana
untuk meningkatkan rasa percaya diri Anggota
Ambalan dan juga sebagai penyaluran dari
materi yang telah diberikan di Ambalan,
biasanya dilaksanakan setelah pelantikan
kenaikan tingkat
5. Pemberian tanda penghargaan Sebagai
pengakuan atas keterlibatan atau partisifasi
peserta dalam suatu kegiatan, maka IKARASYS
bekerja sama dengan pihak Ambalan
memberikan tanda penghargaan berupa
sertifikat maupun piagam.
6. Pelaksanan Lomba Bantara Lomba Uji
Bantara merupakan sarana untuk melihat
kemajuan peserta dalam hal materi
kepramukaan dan keterampilan lainnya.
Biasanya lomba ini dilaksanakan pada saat
Malam Penerimaan Tamu Ambalan (MPTA)
dengan harapan dapat menarik minat siswa
lebih banyak lagi. Bakti Pangkalan adalah
sarana untuk meningkatkan rasa percaya diri
Dewan Ambalan dan juga sebagai penyaluran
dari materi yang telah diberikan di Ambalan,
biasanya dilaksanakan setelah pelantikan
kenaikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar